Apa perbedaan antara oksigen dan oksigen cair?
Oksigen (O₂) adalah oksigen berbentuk gas yang kita hirup, sedangkan oksigen cair adalah bentuk oksigen cair. Perbedaan utama antara keduanya adalah sebagai berikut:
Negara-negara berbeda:
Oksigen adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau pada suhu dan tekanan ruangan.
Oksigen cair ada pada suhu yang sangat rendah (sekitar -183 ° C) dan muncul sebagai cairan biru muda.
Kepadatan dan volume:
Oksigen gas memiliki kepadatan yang relatif rendah dan volume yang besar.
Kepadatan oksigen cair relatif tinggi, dan volume oksigen dengan massa yang sama dalam keadaan cair jauh lebih kecil daripada volume oksigen dalam keadaan gas.
Tujuan:
Oksigen gas terutama digunakan dalam perawatan medis, pengelasan dan pemotongan logam, pengolahan air, dan dukungan kehidupan.
Oksigen cair umumnya digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan konsentrasi oksigen tinggi, seperti bahan bakar roket, pembuatan baja, aplikasi medis untuk terapi oksigen, dan pasokan gas pernapasan di beberapa lingkungan khusus.
Penyimpanan dan transportasi:
Oksigen gas dapat disimpan dan diangkut melalui tabung gas, yang relatif sederhana.
Oksigen cair perlu disimpan dalam wadah berinsulasi khusus untuk mempertahankan suhu yang sangat rendah, membuat penyimpanan dan pengangkutannya menjadi lebih rumit.
Keadaan energi:
Oksigen cair menyerap sejumlah besar panas selama proses perubahan menjadi oksigen gas, oleh karena itu memiliki efek pendinginan yang baik.
Titik didih:
Titik didih oksigen adalah -183 °C, pada titik ini oksigen dapat berubah dari wujud gas menjadi wujud cair.
Pembuatan oksigen cair biasanya dilakukan melalui distilasi fraksional udara, di mana udara didinginkan hingga menjadi cairan lalu dipisahkan berdasarkan titik didih berbagai komponennya. Oksigen cair memiliki berbagai macam aplikasi dalam industri dan sains karena sifat fisiknya yang unik.

